Jakarta, 22 Juni 2025 — Ketua Umum Persatuan UMKM Indonesia (PERUMKMINDO), Arifin Ibrahim, SE, menyampaikan pernyataan resmi dari Kantor DPP PERUMKMINDO yang berlokasi di Gedung Fuyinto Sentra Mampang, Lantai 3, Jakarta Selatan. Dalam pernyataannya, Arifin menjawab berbagai pertanyaan publik dan anggota yang masuk melalui WhatsApp, media sosial, maupun email, terkait fungsi dan manfaat organisasi bagi para pelaku UMKM.
“Banyak yang bertanya, apa sebenarnya peran dan program kerja PERUMKMINDO, terutama bagi anggotanya? Saya ingin menegaskan bahwa organisasi ini berdiri dan bergerak berdasarkan landasan hukum yang kuat, yakni Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021, yang mengatur tentang pemberdayaan, kemudahan, dan perlindungan bagi UMKM,” ujar Arifin.
Dalam penjelasannya, Arifin memaparkan lima fokus utama program kerja PERUMKMINDO:
1. Pembinaan Administrasi dan Keuangan
Masih banyak pelaku UMKM yang belum tertib dalam pencatatan administrasi personalia dan keuangan. PERUMKMINDO hadir untuk memberikan pendampingan dan pelatihan agar usaha kecil bisa dikelola lebih profesional dan siap berkembang.
2. Pengembangan Usaha
Bagi pelaku UMKM yang telah memulai usahanya, PERUMKMINDO membantu mereka untuk naik kelas—baik dengan membuka cabang, mengembangkan pasar, hingga memperbesar skala usaha dari mikro ke menengah bahkan besar.
3. Fasilitasi Perizinan
Permasalahan perizinan sering kali menjadi momok bagi UMKM. Banyak yang menganggapnya rumit dan mahal. Padahal, pemerintah melalui regulasi terbaru sudah menyederhanakan proses perizinan, bahkan banyak layanan yang kini gratis. PERUMKMINDO hadir untuk mendampingi proses ini agar lebih mudah dan cepat.
4. Akses Pemasaran Nasional dan Global
Salah satu tantangan besar UMKM adalah pemasaran. Banyak produk bagus, namun tidak terjangkau pasar. PERUMKMINDO menjembatani produk-produk anggotanya agar dapat dipasarkan secara nasional maupun internasional. Baik secara daring maupun luring, melalui kerja sama dengan platform seperti TikTok dan Amazon, serta menjalin hubungan langsung dengan para duta besar Indonesia di berbagai negara—sesuai arahan Presiden untuk mendukung ekspor produk UMKM.
5. Akses Permodalan yang Ringan dan Progresif
Permodalan adalah faktor penting dalam pengembangan UMKM. Saat ini, Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih memiliki suku bunga 6% per tahun, yang dinilai masih tinggi. PERUMKMINDO mengusulkan kepada pemerintah agar bunga KUR bisa ditekan hingga 0%, agar pelaku UMKM lebih kompetitif di pasar global. Selain KUR, pembiayaan juga dapat difasilitasi dari program-program pemerintah pusat, daerah, maupun dari kalangan investor dan pengusaha besar.
Tak hanya itu, PERUMKMINDO juga turut mendorong terbentuknya badan hukum usaha seperti PT, CV, maupun koperasi di lingkungan anggotanya, sebagai langkah legalisasi dan profesionalisasi usaha.
“PERUMKMINDO hadir bukan hanya sebagai organisasi, tapi sebagai penggerak perubahan nyata bagi UMKM Indonesia. Kami siap menjadi jembatan menuju kemajuan dan kemandirian ekonomi rakyat,” tutup Arifin.
