Persatuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Indonesia (Perumkmindo) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia. Dipimpin langsung oleh Ketua Umum Arifin Ibrahim, Perumkmindo melakukan audiensi dengan perwakilan Kementerian Koperasi dan UKM guna menjalin kerja sama strategis yang bertujuan meningkatkan daya saing UMKM, khususnya di pasar global.
Dalam pertemuan tersebut, Arifin memaparkan bahwa saat ini Perumkmindo telah membina sekitar 500.000 UMKM yang tersebar di 24 provinsi melalui struktur kepengurusan wilayah yang aktif melakukan pendataan dan pembinaan.
Tantangan dan Peluang UMKM
Arifin juga menggarisbawahi sejumlah tantangan yang dihadapi UMKM, antara lain kurangnya pemahaman manajemen usaha, minimnya perhatian terhadap perizinan dan sertifikasi, serta kesulitan akses terhadap permodalan, termasuk melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia mengusulkan agar suku bunga KUR diturunkan hingga 3% guna meringankan beban pelaku usaha.
Selain itu, ketergantungan UMKM pada bahan baku impor—terutama untuk sektor kesehatan dan kecantikan—juga disebut sebagai kendala yang menghambat optimalisasi produksi.
Dorongan Digitalisasi dan Ekspansi Pasar
Di sisi lain, Tulus Haedar, Ketua Perdagangan Online Perumkmindo, mengungkapkan bahwa organisasinya tengah mendorong digitalisasi UMKM dengan menyediakan 100 studio live streaming untuk promosi produk. Melihat tingginya antusiasme, Perumkmindo berencana menambah 500 studio lagi di wilayah Jabodetabek.
Tak hanya itu, Perumkmindo juga tengah mengembangkan sistem digital berbasis kecerdasan buatan (AI Generate) untuk mendukung strategi pemasaran UMKM agar lebih tepat sasaran.
Sebagai bentuk ekspansi pasar, Perumkmindo telah membuka kantor perwakilan di enam kota besar di Tiongkok: Shenzhen, Guangzhou, Nanjing, Hubei, Shanghai, dan Wuhan. Inisiatif ini ditujukan untuk memfasilitasi ekspor produk UMKM Indonesia melalui sistem kurasi yang ketat.
Respons Kementerian UMKM
Pihak Kementerian Koperasi dan UKM menyambut positif gagasan yang diajukan dan berkomitmen untuk menindaklanjuti usulan tersebut. “Masukan yang diberikan akan kami sampaikan ke pimpinan untuk dikaji dan disinergikan dengan program yang sudah ada,” ujar perwakilan kementerian.
Staf Ahli Kementerian UMKM, Sudarsono Lamangkona, menyatakan harapannya agar kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam mendorong UMKM Indonesia naik kelas, semakin kompetitif, dan siap bersaing di pasar global.
